Cara Mengatasi Perasaan Gelisah


Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan gelisah, hal ini adalah perasaan yang wajar saja terjadi karena kita akan menghadapi persoalan-persoalan yang menurut kita rumit dan tidak dapat kita selesaikan dengan segera. Sebelum kita melangkah pada pembahasan bagaimana mengatasi peraasan gelisah yang datang pada diri kita, saya akan sedikit menguraikan apa sebenarnya yang menyebabkan kita gelisah. Kalau menurut saya perasaan gelisah itu lebih pada bagaimana kita menghadapi persoalan yang datang pada diri kita. Perasaan gelisah tidak hanya datang pada orang dewasa saja, namun perasaan itu juga bisa melanda anak kecil juga. Sebab perasaan gelisah pada hakikatnya merupakan reaksi natural perasaan kita terhadap faktor-faktor dan pengaruh-pengaruh baik itu internal maupun eksternal.

Kehidupan manusia di dunia sebenarnya memang selalu ada penderitaan, kesedihan dan kesusahan. Setiap manusia pasti akan merasakan kecemasan atas masalah yang akan dilalui serta kegelisahan yang selalu menghantui. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” [QS. al-Balad: 4]


Dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa wajar bila seseorang mengalami kegelisahan dalam hidupnya, karena memang Allah sudah menentukan seperti itu. Kegelisahan yang dialami tiap orang pun berbeda-beda tergantung dari permasalahan yang dihadapinya.

Kali ini saya ingin berbagi sedikit tips bagaimana mengatasi perasaan gelisah dalam diri kita, sehingga kita dapat melalui hidup ini dengan tenang dan tenteram.

1. Selalu ingat pada Allah SWT (Dzikrullah)
 
Cara yang pertama kita lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, karena dengan begitu kita akan merasa punya tempat untuk berbagi (mengadukan) segala permasalahan kita yang membuat kita gelisah dengan bebas. Hal yang harus kita lakukan supaya kita bisa dekat dengan Allah adalah dengan selalu melantunkan dzikir baik itu dalam hati maupun dengan suara keras, tergantung situasi dan kondisi. Dzikir merupakan hal yang sangat mudah kita lakukan karena tidak membutuhkan apapun, hanya bermodalkan mulut dan tangan saja. Selain itu kita juga bisa melakukan dzikir kapanpun dan dimanapun (kecuali kalau kita sedang berada di dalam toilet atau sedang buang air). Dzikir pun tidak ada batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita dalam mengingat Allah. Kalimat-kalimat dzikir yang dapat kita lakukan diantaranya astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar, secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.


“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

2. Mengerjakan Sholat (Wajib/Sunah)
 
Sebagai orang muslim kewajiban utama kita pada Allah adalah Sholat, karena sholah merupakan ibadah yang sepenuhnya hanya mengingat Allah dan sholat juga salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Dalam sholat pula kita membaca kalimat dzikir dan ayat-ayat Allah yang dapat menenangkan hati, seperti ayat berikut ini :


“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Dengan ibadah sholat kita langsung berkomunikasi dengan Allah swt, Dialah Zat yang menggenggam Dan menguasai segala hati. Allah yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkan penyakit tanpa rasa sakit. Oleh karena itu ketika sedang melakukan sholat kita harus dalam keadaan khusyuk karena dengan begitu penyakit gelisah akan sulit menembus hati kita, karena gelisah itu menyerang hati sedangkan Allah yang menggenggam dan menguasai hati.


3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran

Sebagai seorang muslim wajib hukumnya untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan Al Quran. Karena didalam Al Quran itulah Allah menerangkan perintah-perintah dan larangan-larangan. Selain itu dengan membaca Al Quran kita bisa tahu cerita-cerita para nabi di jaman dahulu yang melalui berbagai rintangan dan halangan dalam melakukan dakwahnya. Tentu saja para nabi tersebut pernah merasakan gelisah dalam perjalanannya, tapi Allah selalu berada disisi mereka sehingga kemenangan menjadi milik mereka. Al Quran adalah kalam Allah dan tidak ada seseorang pun yang mampu membuat kalimat sebaik Al Quran, sebagaimana firman Allah berikut ini :

“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)
“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”,


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.

4. Selalu Bersyukur Kepada Allah swt
 
Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah pada kita, karena dengan nikmat Nya lah kita dapat merasakan kehidupan ini. Salah satu upaya yang dapat kita kakukan dalam hal bersyukur adalah dengan selalu menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Allah selalu senang pada hambanya yang bersyukur dan kenikmatan pun pasti akan ditambahkan pada hamba Nya tersebut, sebagaimana ayat berikut :

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

Dan sebaliknya Allah sangat tidak senang pada hamba yang tidak mau bersyukur atas nikmatNya, bahkan Allah akan mengganti nikmat tersebut dengan adzab yang sangat pedih, sebagaimana ayat berikut :

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)

Dengan begitu kalau kita dapat selalu bersyukur pada Allah niscaya nikmat yang diberikan Allah akan selalu datang pada kita, atau boleh jadai nikmat yang ditambahkan pada kita itu berupa kenikmatan ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh seluruh manusia di dunia ini.


5. Yakinlah Pertolongan Allah swt pasti akan datang
 
Setiap orang pasti merasakan yang namanya masalah, karena tidak mungkin orang hidup tanpa masalah. Pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa adalah masalah yang datang tersebut. Kebanyakan dari orang-orang yang merasakan gelisah karena masalah dikarenakan rasa takut tidak dapat menyelesaikan masalah yang menimpanya dan takut tidak ada yang menolong dia untuk keluar dari masalah tersebut.

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)

“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).
Dari dua ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa kalau kita sudah menjalankan ibadah dengan benar dan tertib, Allah swt tidak akan tinggal diam. Allah pasti akan membantu memecahkan semua permasalahan kita. Kita harus yakin dan percaya bahwa kita tidak sendiri, tapi ada Allah yang selalu menyertai perjalanan hidup kita, baik dikala sedih maupun gembira.

Insya Allah ini yang dapat saya bagi pada tulisan kali ini, semoga kedepannya saya dapat membagi tulisan yang lebih bermanfaat lagi bagi kita semua. Para pembaca yang budiman terima kasih atas kesediaan Anda berkunjung ke blog saya, dan sampai berjumpa lagi di artikel berikutnya. :D

Wassalam.


0 komentar:

Poskan Komentar